Webinar: Carotid Doppler Ultrasound oleh dr. Andina Yuliani
Pelajari alat non‑invasif, murah, dan sangat praktis untuk
deteksi dini risiko stroke iskemik. Dalam webinar ini Anda akan mendapatkan penjelasan komprehensif tentang Carotid Doppler/Carotid Duplex Ultrasound (CDU): indikasi, anatomi yang dinilai (CCA, ICA, ECA, vertebralis ekstrakranial), teknik pemeriksaan (probe, mode B/Color/Spectral, posisi pasien), parameter penting (IMT, morfologi plak, PSV/EDV, rasio PSV ICA/CCA), hingga kriteria stenosis (NASCET/ECST) dan temuan vertebralis (hipoplasia, oklusi, subclavian steal).
Apa yang Anda dapatkan setelah menonton (manfaat nyata):
- Kemampuan menilai
IMT, mengidentifikasi
plak vulnerable (hipoekoik, ulcerasi, trombus) dan menilai derajat stenosis menggunakan kombinasi B‑mode, color aliasing, dan spektral Doppler.
- Panduan praktis nilai ambang yang sering dipakai (mis.
PSV ≈120–125 cm/s untuk ≥50%, EDV pendukung >40 cm/s) dan cara melaporkannya agar hasil klinis dapat ditindaklanjuti.
- Algoritme keputusan: kapan cukup terapi medis (statin & kontrol faktor risiko), kapan jadwalkan follow‑up, dan kapan rujuk untuk konfirmasi angiografi (CTA/DSA/MRA) atau tindakan endovaskular/bedah.
Mengapa webinar ini wajib dimiliki — keunggulan unik yang sulit didapat di tempat lain:
- Fokus klinis dan langsung terapkan di praktik sehari‑hari: bukan sekadar teori, tapi nilai ambang, teknik pengukuran, dan contoh temuan yang memandu keputusan rujukan.
- Disampaikan oleh dr. Andina Yuliani dengan bahasa praktis untuk dokter umum dan dokter spesialis—mempercepat pembelajaran operator‑dependent skill yang sering membingungkan.
- Menyajikan perpaduan teknik (B/Color/Spectral) + interpretasi haemodinamik sehingga Anda bisa membuat laporan yang lengkap dan berguna untuk tim klinis.
Isi ringkas yang praktis untuk pekerjaan Anda:
- Indikasi prioritas:
stroke/TIA segera (ideal ≤24 jam), pasien risiko tinggi (HTN, DM, dislipidemia, perokok, usia lanjut), bruit servikal, pre‑op kardiovaskular, dan follow‑up post‑endarterectomy/stent.
- Laporan CDU yang ideal:
IMT, lokasi & ukuran plak, morfologi plak, derajat stenosis (metode yang dipakai), PSV/EDV/rasio ICA/CCA, temuan vertebralis, rekomendasi tindak lanjut.
- Kapan rujuk: stenosis signifikan → konfirmasi angiografi; symptomatic ≥50% dan asymptomatic tinggi (presenter merekomendasikan tindakan jika >60%) → rujukan ke neurointervensi/bedah vaskular.
Tambahan nilai praktis: tersedia rekomendasi tindak lanjut klinis (terapi agresif mis. statin, interval follow‑up 6–12 bulan atau lebih cepat bila gejala baru) dan cara menulis hasil yang langsung bisa dipakai oleh dokter umum dan spesialis di RS.
Jangan tunda: ilmu ini meningkatkan kualitas skrining dan manajemen pasien berisiko stroke—keputusan cepat dapat mencegah kejadian fatal.
Beli materi kelas ini sekarang untuk mendapatkan akses penuh ke pembahasan yang terstruktur dan actionable. Plus: dapatkan opsi ringkasan satu halaman (cheatsheet praktis) yang siap dipakai di klinik Anda.
Ingin selalu update dan mendapatkan materi lain seputar edukasi klinis? Berlangganan di
meducine.id untuk notifikasi materi terbaru dan penawaran khusus.
Klik sekarang, pelajari keterampilan penting ini, dan tingkatkan kualitas manajemen pasien berisiko stroke di praktik Anda!